Opini Civitas

Harapan Baru Semangat Baru...

Administrator@DJ | Jumat, 29 Juli 2016 - 10:05:30 WIB | dibaca: 805 pembaca

Harapanbaru



Pak Shodiq (penyair amatir)

Setelah liburan yang ekstra panjang, libur semester plus lebaran, rutinitas kembali harus kita hadapi. Dunia pendidikan (baca: sekolah) sudah mulai bergeliat. Hiruk-pikuk sudah dapat dihirup. Bahkan, Pak Menteri Pendidikan membuat sebuah gebrakan menarik. Yakni, gerakan mengantar anak sekolah di hari pertama. Tentu saja geliatnya begitu kentara. Di jejaring media sosial, berita dan foto mengenai itu berseliweran.

Seperti lazimnya di sekolah-sekolah ketika tahun ajaran baru tiba, suasana fresh begitu terasa. Kelas sudah berganti. Buku pelajaran berganti. Guru-gurunya juga bahkan ada yang berganti. Yang paling ditunggu mungkin hadirnya peserta didik termuda alias siswa baru.

Hal-hal yang baru ini, harus dimanfaatkan untuk menjadi lebih baik lagi. Yang paling  utama yakni bagaimana kita bersikap. Sikap pada teman. Sikap pada guru. Sikap di ruang kelas. Sikap ketika di luar sekolah. Kesemuanya harus di review lagi. Jika kurang baik, berusaha lagi supaya menjadi baik. Jika dirasa baik, jangan pula cepat berpuas diri. Mari terus ditingkatkan.
Lalu bagaimana dengan intelektualitas? Setali tiga uang dengan sikap. Kita wajib meningkatkan kecerdasan diri. Namun jangan sampai keblinger (salah), dengan mendewakan intelektualitas (kecerdasan) namun sikapnya di bawah standar. Di negara ini, tak terbilang sudah kalangan-kalangan cerdik pandai. Lulusan perguruan bergengsi di dalam dan luar negeri. Namun nyatanya, persoalan yang menggerus bangsa ini yakni sikap dan perilaku warganya yang jauh dari kata ideal. Korupsi, palgiarisme, penjarahan, pembunuhan, dan sederet masalah lainnya.

Jadi, sikap dan perilaku harus beriringan dengan intelektualitas. Sebab harmoni dan kenyamanan hidup akan tercapai jika semua saling menjaga sikap. Saling menjaga perilaku. Sedangkan intelektualitas, akan menaikkan kulitas diri.
Sekolah, dimanapun itu, harusnya dan memang demikian adanya, menanamkan nilai-nilai tersebut. Tentang bagaimana bersikap dan berintelektual. Nah momen tahun ajaran baru, tepat kiranya untuk menata kembali. Merancangnya. Lalu melakukan perubahan-perubahan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Lagi. Dan lagi.

Semoga.

Lab Seni
26/7/2016





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)