Hikmah

Ust. Aunur Rofiq, M.Pd.I

Satu Biji Kurma Seharga 40 Dirham

Administrator@DJ | Senin, 20 November 2017 - 09:22:21 WIB | dibaca: 93 pembaca



Rasulullah Saw. adalah seorang sosok figur yang sangat perhatian pada orang-orang yang disekelilingnya, baik dari golongan atas, menengah ataupun golongan dari bawah. Suatu ketika Rasulullah Saw. bertemu dengan seorang peminta atau pengemis di perjalanan. Orang itu meminta kepada Rasulullah Saw. dan beliau pun memberikannya sedekah bukan dalam bentuk nominal namun hanya sebiji kurma saja. Diberikannyalah sebiji kurma itu oleh Rasulullah kepada si pengemis itu. Kemudian pengemis itu berontak, protes, tidak berterima kasih. Ada kekesalan yang dirasakan oleh si pengemis karena Rasulullah Saw. tidak memberikan hal yang banyak dan tidak memuaskannya sehingga hinaan, olokan keluar dari lisannya.

Kemudian dalam perjalanan berikutnya, Rasulullah Saw. bertemu seorang pengemis lagi. Menghadapi pengemis yang meminta-minta kepadanya, Rasulullah saw. pun melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukannya pada pengemis Rasulullah Saw. Beliau memberikan pengemis itu sebiji kurma juga dan bukan dalam bentuk nominal atau uang. Diterimanyalah sebiji kurma itu oleh si pengemis dengan ketulusan hati, penuh kegembiraan, senang riang diikuti mimik wajahnya yang dihiasi senyuman sehinggan terucaplah ucapan syukur kepada Allah Swt. Ucapan terima kasih juga dilontarkan dengan suara syahdu yang menunjukkan ungkapan kebahagiaan atas rejeki karunia Allah yang baru saja diterimanya.

Melihat kepribadian dan sikap bernuansa akhlakul karimah yang dilakukan oleh si pengemis tersebut, Rasulullah Saw. menyuruh sahabat agar memberikan hadiah atas rasa syukurnya itu dengan menghadiahkan uang senilai 40 dirham. Inilah peristiwa yang menjadi sababun nuzul dari QS. Ibrahim [14]: 7 yang berbunyi:

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
 
Dari ayat ini, dapat diambil pelajaran bahwa seseorang yang bersyukur kepada Allah akan diberikan tambahan nikmat. Begitu sebaliknya, jika seseorang tidak mau mensyukuri ni`mat maka Allah akan mengurangi nikmatnya. Satu kurma pemberian Rasulullah Saw., ada yang menerimanya dengan kesal hati dan ada yang menerimanya dengan tulus hati. Seorang pengemis yang menerima sebiji kurma dari Rasulullah Saw. dengan tulus hati, mendapatkan tambahan nikmat berupa hal yang lebih besar nilainya. Ketulusan hati si pengemis itu terungkapkan dalam sebuah ucapan syukur kepada Allah.


Ni`mat pertama berupa sebiji kurma menjadi ni`mat kedua berupa uang sejumlah 40 dirham. Inilah balasan amal kebaikan untuk seseorang yang bersyukur kepada Allah Swt.





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)