Opini Civitas

Smartphones with Smart People …

Administrator@DJ | Senin, 29 Juni 2015 - 10:04:11 WIB | dibaca: 28342 pembaca



Judul diatas jika diterjemahkan kira – kira artinya telepon pintar ada bersama orang yang pintar. Saya menulis judul diatas berangkat dari keprihatinan karena banyak sekali ternyata orang – orang yang sebenarnya tidak siap menggunakan telepon pintar. Lihat saja banyak diantara kita tidak tahu banyak tentang kegunaan yang sebenarnya dari alat canggih ini. Tahunya cuma dibuat chatting, main game, atau parahnya lagi cuma dibuat gaya – gayaan saja.

Semestinya kalau orang yang pintar pastinya menggunakan alat ini untuk hal – hal yang berguna saja atau mempermudah cara kerja mereka. Tapi kenyataannya, alat ini menjadi pemicu kurangnya kinerja seseorang. Banyak sekali dijumpai orang – orang yang menjadi malas karena penyalahgunaan alat ini. Mereka lebih suka sibuk ngegame atau melakukan chatting yang tidak perlu daripada kerja atau melakukan hal produktif lainnya.

Jika kita beranggapan bahwa smartphone mempermudah kita dalam berkomunikasi, hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena ketika kita berkomunikasi, kita lebih banyak berkomunikasi dengan orang yang jauh dari kita. Sementara orang – orang yang dekat dengan kita malah lebih banyak diacuhkan. Akibatnya sering kali ada jokes tentang smartphones bahwa alat ini  mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Coba kita sejenak mundur ke masa lalu yang waktu itu telepon pintar belum ada. Waktu itu orang masih suka menyapa atau ngobrol satu sama lain dan tidak ada yang sibuk dengan gadgetnya. Tapi situasi berbeda dengan sekarang. Cara bersosialisasi kita sekarang lebih berdasar pada kepentingan yang abadi.

Selain masalah komunikasi yang terganggu, ada masalah lain yang muncul. Terlalu seringnya kita berkutat pada smartphones, hal ini dapat memicu masalah kesehatan mata kita. Orang yang sudah terlanjur kecanduan pada alat canggih ini sudah dipastikan akan menurunkan ketajaman penglihatan mata mereka. Ada semacam radiasi yang keluar dari alat ini. Dan radiasi ini akan berdampak pada mata dan otak kita. Bayangkan saja jika seseorang menggunakan alat ini selam 24 jam penuh selama 7 hari. Setiap detik, menit, jam, tangan kita tak pernah lepas dari alat ini, di kantor, rumah, tempat tidur, toilet, dan bahkan mati pun menggenggam smartphones.

Sebetulnya munculnya alat ini tidak salah. Yang salah adalah mereka yang tidak siap betul tentang penggunaannya. Alat cangging ini diciptakan dengan harapan orang akan semakin maju wawasannya bukan malah sebaliknya. Kalau pengunaan gadget ini cuma buat permainan saja akan sangat percuma. Kita akan cenderung dijadikan korban oleh para produsen. Korban teknologi yang diakibatkan kebodohan dan ketidaksiapan kita dalam memanfaatkannya. Kita seperti jadi budak smartphones. Dan bahkan kedudukannya sudah seperti Tuhan saja bagi kita karena kita begitu bergantung padanya.

Pembaca yang budiman, marilah kita senantiasa menggunakan segala sesuatu apa pun itu sesuai dengan tempatnya. Kecanggihan teknologi yang ada kita manfaatkan untuk menambah wawasan keilmuan, produktifitas, dan kecerdasan kita. Bukan malah sebaliknya; untuk jaga gengsi, keren – kerenan, atau sekedar pamer. Sungguh semua tidak berguna.

Salam Sukses Luar Biasa!

By. Mr. Hamzah





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)