Opini Civitas

Sosok Guru Masa Depan

Administrator@DJ | Kamis, 22 Oktober 2015 - 16:02:34 WIB | dibaca: 2556 pembaca

Guru Masa Depan



Oleh Hamzah Fauzi S.Pd

Kita mungkin sangat akrab dengan slogan yang menyatakan “Education is the powerful weapon to change the world”. Pendidikan adalah senjata yang ampuh untuk mengubah dunia. Pendidikan begitu sangat berarti untuk mengubah diri, linkungan, dan alam semesta. Pun juga pendidikan begitu berarti  untuk meningkatkan derajat manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang terbelakang menjadi  pintar. Namun yang menjadi permasalahan bagi kita sebagai pendidik adalah sejauh mana pendidikan dapat digunakan sebagai senjata yang ampuh untuk mengubah dunia.

Mengubah dunia dengan pendidikan bukanlah hal yang mudah. Sebagai pendidik kita perlu untuk selalu mawas diri; selalu melakukan evaluasi diri. Jika langkah ini kita ambil maka kondisi pendidikan di negara kita yang masih carut marut akan dapat dianulir. Hal yang tak kalah pentingnya adalah kesamaan persepsi, kesamaan langkah dan kesamaan tujuan untuk mengembangkan dan memajukan citra pendidikan kita yang selama ini dikenal terbelakang diwilayah Asia.

Untuk mengubah dunia dengan pendidikan maka kita perlu sosok pendidik (guru) masa depan yang handal yang kreatif dan inovatif. Sosok guru yang dapat mengoptimalkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diajarkannya sehingga tepat guna, memiliki kepekaan terhadap perubahan zaman, serta berwawasan kemandirian dan tidak pernah cepat merasa puas dengan ilmu yang sudah dimiliki.
Berikut adalah beberapa hal yang dimiliki oleh sosok pendidik  (guru) masa depan:

1. Kepemimpinan

Fungsi pertama dan utama dari seorang guru adalah sebagai “Pemimpin”. Dalam segala aspek kehidupan sebagai guru, ia harus benar-benar menjadi seorang pemimpin bagi anak-anak didiknya. Pemimpin dalam bahasa guruan di sini berarti: Pembimbing. Gurulah yang memimpin dan mendidik anak-anak didiknya menuju suatu cita-cita hidup tertentu sesuai dengan falsafah guruan yang dianutnya atau yang hendak diembannya dalam seluruh kerangka guruan yang dilaksanakannya.

Dan untuk kebutuhan ini, mustahillah guru itu berhasil kalau ia tidak mempunyai satu falsafah, satu ide atau satu ideologi tertentu dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Ia boleh saja mengajar tanpa suatu metode tertentu. Ia boleh saja mengajar murid-muridnya tentang segala ilmu pengetahuan yang baik dan yang buruk, tentang yang jahat dan yang naif. Itu tugasnya sebagai Pengajar. Tetapi sebagai Pemimpin, Pembimbing dan Guru, yang harus mengendalikan dan mengarahkan seluruh potensi yang sedang bertumbuh dan masih liar dalam diri anak-anak didiknya, seorang guru mungkin tak dapat berhasil sebagai seorang guru, kalau ia tidak mempunyai falsafah tertentu dalam pelaksanaan tugasnya itu. Karena tanpa suatu arah yang jelas untuk apa ia mendidik anak-anak didiknya, ke mana ia akan menghantar mereka, dan sebagai apa mereka akan dibentuknya, maka ia tidak akan pernah berhasil sebagai seorang pemimpin dalam arti yang tegas.

2. Inovatif

Guru yang inovatif adalah guru yang mampu memainkan berbagai metode pengajarannnya berdasarkan situasi dan kondisi yang ada. Ia tidak hanya berkutat pada metode  ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan. Guru yang inovatif memiliki segudang metode pengajaran yang siap ia gunakan dalam berbagai keadaan, karakter dan kondisi siswa. Ia tidak terpaku atau fanatik terhadap satu metode saja. Ia juga tidak terhanyut pada satu aliran saja karena ia bukanlah pengikut suatu aliran. Guru yang inovatif sama halnya dengan pesilat yang mampu menggunakan jurusnya dalam segala medan dan keadaan dengan terlebih dahulu mengenali karakternya. Ia boleh mnggunakan metode apapun asal tujuan pembelajaran tercapai.

3. Aktualisasi Diri

Guru adalah sosok yang mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai tauladan, terbuka, bertanggungjawab, dan tidak pernah mau berhenti belajar. Seluruh tugas pendidikan dan pembelajaran yang menyangkut perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya oleh guru, tapi perlu direncanakan dan dilakukan dengan rasa tanggung jawab. Meski tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap punya tanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak didik. Dari pengalaman di lapangan banyak dijumpai pendidikan anak menjadi rusak karena guru mengabaikan tanggung jawabnya. Misalnya, pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, dan lain-lain.

4. Motivator

Guru harus memiliki kemamapuan memotivasi baik memotivasi dirinya ataupun orang lain (siswa). Seorang guru motivator adalah seseorang yang mampu membangkitkan motif atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Berdasarkan kedudukannya sebagai seorang guru tentu memiliki sasaran yang pasti yaitu murid-murid yang dihadapinya sehari-hari. Bangkitnya motivasi mereka untuk meraih suatu prestasi merupakan bagian dari keberhasilannya sebagai seorang motivator dan merupakan suatu kebanggaan melihat murid yang dibimbingnya memiliki suatu prestasi yang optimal.Tampilnya seorang guru sebagai motivator bagi siswa-siswi yang dihadapinya sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Untuk menjadi seorang motivator bagi siswa siswinya, seorang guru juga harus dapat memberi motivasi bagi dirinya sendiri yang otomatis menjadi motivator bagi dirinya sendiri.

5. Wirausahawan

Guru yang memiliki semangat wirausaha adalah guru yang berani menciptakan pembaharuan keunggulan komparatif, serta memanfaatkan berbagai peluang. Seorang guru dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya, termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensinya sebagai guru.

Jadi kesimpulannya guru di masa yang akan datang adalah guru yang lebih berperan sebagai fasilitator, mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan punya figur yang baik di masyarakat. Sosok guru yang mampu mengembangkan pengalaman belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa, berfokus pada kelas yang kondusif, komunikatif, serta mempunyai pendekatan humanis terhadap siswa. Guru di masa yang akan datang juga adalah sosok yang mempunyai kebiasaan efektif dan pola pengajarannya “Quantum teaching and learning”. Guru masa depan bukanlah sosok yang ditakuti ataupun dijauhi siswa, tapi adalah sosok yang selalu dirindukan dan didambakan kehadirannya.  

It was black, it was dark
Here I am to come with the sun in the East
To light the globe, to reach the rainbow
Teachers never die … They just reload





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)